BI dan Bank NTT Gelar Gerakan Sapu Uang Lusuh di Perbatasan RI-RDTL

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Nusa Tenggara Timur bekerja sama dengan PT Bank Nusa Tenggara Timur Cabang Atambua menggelar aksi gerakan sapu uang lusuh di perbatasan wilayah antara Negara Indonesia dan RDTL.

Direktur Pemasarana Bank NTT Propinsi NTT, Eduardus Bria dalam sambutan acara launching mobil kas keliling di Kantor Bank NTT Cabang Atambua, Selasa (30/8/2016) mengatakan, kegiatan dalam rangka mendukung gerpultasi. Bank Indonesia begitu memperhatikan Bank NTT, khususnya di Kantor Cabang Atambua.

“Buktinya beberapa waktu lalu Kantor Cabang Atambua ditunjuk kas titipan Bank Indoneisa, untuk menyalurkan uang baru,” ujar dia.

Eduardus mengajak seluruh masyarakat di wilayah Belu, Malaka dan TTU yang memiliki uang lusuh untuk segera menukarkannya ke kas pelayanan Kantor Cabang Atambua. “Mari masyarakat yang uangnya sudah lusuh datanglah ke Bank NTT, nanti ditukarkan kembali dengan uang yang baru,” ajak dia.

Bank Indonesia menunjuk Bank NTT untuk melaksanakan operasi kas keliling menarik uang lusuh dari peredaran. Guna lakukan fungsi penukaran di setiap titik, kita lebih prioritas di wilayah perbatasan. Oleh karena itu, dihimbau kepada seluruh komponen masyarakat dan mintra supaya jangan segan-segan manfaatkan kesempatan yang ada ini.

“Selain gerakan sapu uang lusuh, ada juga gerakan peduli uang koin. Untuk tukarkan uang koinnya masyarakat bisa datangi kas pelayanan cabang Atambua,” jelas Eduardus.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi NTT, Naek Tigor Sinaga menuturkan, Kabupaten Belu memiliki nilai yang strategis dan posisi yang geografis. Kami menyadari Kabupaten Belu salah satu dari lima Kabupaten yang memberikan pelayanan terbaik.

“Kami berikan kas pelayanan uang lusuh. Harapan kami semua uang lusuh yang beredar bisa ditarik. Nanti akan kita musnahkan di Kupang dan edarkan uang baru,” urai Sinaga.

Jelas dia, kegiatan pelaksanaan pengedaran uang sudah menjadi tugas bank sentral, bagaimana melakukan pengelolaan pengedaran uang rupiah. Dari data yang ada hingga Juli tahun ini sebesar Rp 52 miliar uang lusuh telah ditarik dari peredaran di wilayah Belu. Dengan adanya kas keliling ini kami berharap penarikan uang lusuh bisa tembus sampai Rp 100 miliar.

Lanjut Sinaga, nanti kegiatan gerpultasi ini sudah semakin intensi dilakukan, otomatis sudah tidak ditemukan lagi uang lusuh yang beredar di tengah masyarakat. Oleh karena itu diminta juga dukungan dari seluruh pimpinan Capem untuk terlibat dalam gerakan uang lusuh di perbatasan.

“Harapan kami, sudah ada kas uang yang sudah lusuh tidak perlu diedarkan lagi, tapi disetorkan ke kas. Dari sisi keamanan kami minta dukungan penuh dari Polisi khususnya Brimob. Ini satu langkah bagaimana kita tingktkan pelayanan kepada masyarakat jadi singergi,” ucap dia.

“Kita lakukan untuk semata-mata kepuasan dalam pelayanan supaya kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dan kualitas pelayanan dalam kondisi uang yang lebih baik layak diedar dengan jumlah yang cukup,” tambah Sinaga.

Selesai sambutan dilanjutkan dengan penandatangan surat perintah antara Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Kupang Naek Tigor Sinaga dan Direktur Pemasarana Bank NTT Propinsi NTT Eduardus Bria kemudian pengguntingan pita mobil kas keliling disaksikan Forkompimda, para Camat serta 50-an masyarakat dari wilayah perbatasan Belu, TTU dan Malaka.