NTT Usul 150 Unit Pompa Air ke Kementerian Pertanian

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) sudah mengajukan usulan bantuan 150 unit pompa air ke Kementerian Pertanian. Hal ini dilakukan terkait program cari air dan panen air.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Anis Tay Ruba kepada wartawan di Kupang, Rabu (24/8).

Menurut Anis, sasaran dari program cari air dan panen air adalah untuk daerah tadah hujan dengan memanfaatkan pompa air. Terkait usulan itu, sudah direspon oleh pihak kementerian dan saat ini sedang dilakukan validasi.

Jumlah pompa air yang diusulkan itu, kata Anis, akan dibagikan di 18 kabupaten yang memiliki lahan cetak sawah. Ada empat daerah yang tidak mendapat alokasi dari pompa air yang diusulkan itu, yakni Kota Kupang, Kabupaten Belu, Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah.

“Empat daerah itu belum termasuk dalam usulan bantuan pompa air itu karena belum dilakukan survei terkait percepatan usulan cetak sawah,” papar Anis.

Staf Ahli Bidang Infrastruktur Pertanian Kementerian Pertanian yang juga Penanggungjawab Upaya Khusus (Upsus) Swasembada Pangan NTT, Ani Andayani mengungkapkan, faktor terpenting dari keberhasilan program upsus swasembada pangan adalah ketersediaan air untuk pertanian.

“Keberadaan air tersebut tidak mungkin disubstitusi oleh input apapun. Air menjadi faktor kunci suksesnya upsus di NTT dalam kaitannya dengan luas tambah tanam sebagai target pencapaian swasembada pangan,” katanya.

Andayani mengatakan, kendala yang dihadapi NTT adalah tidak mendapatkan peluang bulan basah pada Juli sampai September. Untuk mengatasi permasalahan ini, perlu dicari sumber air alternatif yang dapat menggantikan kekurangan sumber air permukaan terutama pada pertanian lahan kering. Alternatifnya adalah sumber air yang berasal dari air tanah.

“Kementerian Pertanian melalui staf ahli bidang infrastruktur mencoba meramu suatu mekanisme pemanfaatan sumber air tanah untuk diupayaterapkan di NTT,” tandasnya.