Hasil Studi JKN Oleh PIAR NTT, Angka Kematian Ibu Capai 352

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Perkumpulan Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR) NTT melakukan studi pelaksanaan skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam kaitannya dengan kebutuhan perempuan dan pelayanan reproduksi dan seksual tahap II di lima kelurahan pada empat kecamatan di Kota Kupang.

Kelima kelurahan itu yakni Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima. Kelurahan Nafonaek, Kecamatan Kota Lama. Kelurahan Nunbaun Dela, Kecamatan Alak. Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa dan Kelurahan Belo, Kecamatan Maulafa.

“Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang telah dilakukan pada tahun 2015 silam. Angka kematian ibu bukan menunjukan penurunan tapi justru terjadi peningkatan hingga mencapai 352 kematian per 100.000 kelahiran hidup, bahkan pada tahun 2012 lalu NTT tempati peringkat ke tiga angka kematian ibu tertinggi di Indonesia,” jelas Direktris PIAR NTT, Sarah Leri Mboeik saat menggelar kegiatan sosialisasi hasil studi di Kupang, Senin (22/8).

Menurut Sarah, studi ini dilakukan karena meningkatnya kasus kesehatan perempuan di Indonesia, khususnya di NTT yang masih menjadi sorotan terkait angka kematian ibu menunjukan angka peningkatan dari tahun ke tahun.

Selain itu masalah kanker terkait organ reproduksi juga mengalami peningkatan, namun pencegahan dan pelayanan masih belum terjangkau oleh masyarakat luas. “Studi penelitian ini dilaksanakan secara nasional dan untuk NTT, Kota Kupang dipilih sebagai objek penelitian,” kata Sarah.

Sarah menjelaskan, Kota Kupang dipilih karena sebagai pusat kota dan mudahnya akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan. Sebagai pusat kota tentu menyediakan berbagai pilihan fasilitas kesehatan dan sebagai gambaran perkembangan di daerah.

Dia mengungkapkan, kebutuhan besar akan kontrasepsi yang efektif namun pilihan tetap terbatas, aborsi yang tidak aman terus marak dan terabaikan serta masih menjadi hal yang tabu walaupun epidemi AIDS dan infeksi menular seksual telah menyebar luas di masyarakat.

Sarah menambahkan, tujuan penelitian tersebut dimaksudkan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan skema JKN secara rutin baik dari prespektif pemberi pelayanan maupun pengguna pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya terkait dengan kebutuhan perempuan dan pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual.