Realisasi Opster TNI Capai 30 Persen

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Realisasi pelaksanaan Operasi Teritorial (Opster) Tentara Nasional Indonesia (TNI) terpadu tahun 2016 yang berlokasi di wilayah Belu dan Malaka perbatasan RI-RDTL pasca pembukaan bulan Juli lalu hingga kini telah mencapai 30 persen.

“Sejauh ini perkembangan kegiatan Opster TNI terpadu dari 7 lokasi sasaran sekitar 14 hari dari pembukaan tanggal 12 Juli di Belu dan Malaka sudah capai 30 persen,”  ungkap Dandim 1605/Belu, Letkol Inf.Moch.Nanang Nazmudin kepada NTTOnlinenow.com, Jumat (12/8).

Nanang menuturkan, sasaran Opster di wilayah Belu diantaranya, Desa Faturika pembukaan jalan dari dusun Baumuti menuju sungai Bablulu sejauh 3 kilo baru 30 persen pembersihan dan alat beratnya akan segera menyusul ke lokasi dalam waktu dekat.

Sasaran berikutnya, lantainisasi Kapela di Lasiolat dan Motaulun (Malaka) telah capai 30 persen pekerjaan plafon, plester, pemasangan keramik, juga di wilayah Manuaman (Atambua Selatan) masjid baru 28 persen. Sementara jambanisasi lokasi di dua wilayah Tohe, Raihat dan Lasiolat sebanyak 100 unit.

“Laporan terakhir 23 sudah terpasang tinggal Tangki septik  yang belum dan kita gunakan cara yang efektif gunakan mal drum. Sedangkan untuk lantainisasi ada 50 unit rumah di Haekesak desa Tohe, sehingga realisasi seluruh sasaran baru mencapai 30 persen. Kita fokus Opster ini di daerah perbatasan karena selama ini kurang tersebtuh pembangunan,” ujar Nanang.

Lanjut dia, pelaksaan Opster TNI terpadu di wilayah NTT terpusat pada dua Kabupaten yakni, Belu dan Amfong dengan anggaran senilai 1,9 miliar dari Mabes TNI. Dalam pekerjaan ini melibatkan seluruh personil TNI di dua wilayah Kodim dibantu dengan masyarakat setempat.

“Kita dukung masyarakat dan perlu diketahui bahwa Opster ini bentuk dukungan Mabes TNI untuk pembangunan wilayah. Ini ada keterpaduan antara TNI dan masyarakat karena saling sinergi,” sebut dia.

Nanang berharap, dengan sisa waktu kurang lebih satu bulan seluruh pekerjaan sasaran Opster bisa selesai sesuai target yang telah ditentukan. Direncanakan penutupan Opster TNI akan dilaksanakan di Kabupaten Malaka.

“Kita harap sekitar pertengahan September seluruh pekerjaan sudah selesai sebelum penutupan di tanggal 2 Oktober mendatang. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pembukaan TMMD 2016 di wilayah Malaka Barat, Kabupaten Malaka,” pungkas dia.