Menteri PUPR Tinjau Pembangunan 285 Rusus di Batas Belu-Timor Leste

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indonesia, Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan 285 unit rumah khusus (rusus) di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan antara Negara Indonesia dan Timor Leste.

Pembangunan 285 unit rusus terbagi dalam tiga desa, diantaranya 100 unit dibangun di Desa Silawan, Kecamatan Tastim, sementara itu sisanya dibangun di Desa Dualuas dan Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak.

Pantauan media, Kamis (4/8/2016) siang Menteri Basuki didampingi Wakil Bupati Belu J.T Ose Luan, Kadis PUPR Provinsi NTT, Kadis PUPR Belu bersama rombongan Kementerian melihat secara dekat pengerjaan proyek pembangunan rusus di Desa Silawan.

Menurut Basuki, kunjungan kerja dirinya ke wilayah perbatasan Belu untuk pengembangan daerah perbatasan. Ada empat hal utama dalam kunker yakni, pertama perbaikan pintu perbatasan dengan Timor Leste yang berada di Mota’ain.

Kedua, perbaikan peningkatan jalan nasional perbatasan sepanjang 177 kilo meter yang dipastikan akan selesai sampai tahun 2018 dengan lebar jalan 7 meter.

Ketiga pembangunan rumah khusus bagi penduduk lokal maupun warga baru sebanyak 285 unit di Kecamatan Tastim dan Kakuluk Mesak, dan pembangunan bendungan Rotiklot di Desa Fatuketi dengan kapasitas 2,9 juta meter kubik.

“Semua kegiatan ini kita akan kerjakan dengan anggaran Rp 470 miliar. Jalan raya Rp 3,1 triliun, rumah khusus sekitar Rp 48 miliar. Kalau PLBN itu Mota’ain di Belu, Motamasin di Malaka dan Wini di TTU, tiga PLBN ini bagian dari Tujuh PLBN yang dibangun di Indonesia,” sebut Basuki.

Dikatakan, progres pembangunan rusus di ketiga Desa telah mencapai 43 persen. Bangunan rusus ini merupakan bagian dari program satu juta rumah di seluruh Indonesia. Progres perumahan setiap tahun 1 juta rumah, dan semua program ini harus ada air, listrik sehingga langsung dihuni masyarakat.

Lanjut Basuki, rumah khusus ini akan dihibahkan ke masyarakat. Selain meninjau proyek rusus di Desa Silawan, Menteri PUPR juga meninjau pembangunan sisa bantuan rusus di Desa Dualuas dan Fatuketi.

Saat meninjau pembangunan bendungan Rotiklot, Basuki menuturkan, pembangunan Rotiklot dengan kapasitas 2,9 juta kubik air, juga sedang dikerjakan Raknamo. Pembangunan bendungan di beberapa Kabupaten wilayah NTT bertujuan untuk kemakmuran.

“Pengerjaan Rotiklot dibagi dalam dua sif dari pagi selesai jam 10 malam. Mudah-mudahan pembangunan Rotiklot ini bisa selesai tahun 2018 mendatang. Percepatan pembangunan ini untuk capai kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Belu,” pungkas Basuki.