Dewan Minta Jaksa Periksa Kadispora NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Penyelenggaraan pertandingan sepak bola Gubernur Cup yang melibatkan 14 kabupaten/kota dan dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditengarai menyimpang atau terjadi penyelewengan anggaran. Untuk itu, Komisi V DPRD NTT mengusulkan agar persoalan tersebut dibawa ke ranah hukum.

Hal ini mengemuka dalam rapat Komisi V DPRD NTT bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, di kantor DPRD NTT, Kamis (4/8).

Anggota Komisi V DPRD NTT, Jimmy Sianto mengusulkan itu setelah melihat Rincian Anggaran dan Biaya (RAB) yang dikelola oleh panitia pelaksana kegiatan dinilai sangat amburadul dan dipenuhi mark up. Menurutnya RAB yang diserahkan kepada Komisi V tersebut terjadi banyak penyelewengan keuangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Ini omong kosong semua. Saya omong ini mereka pintar makan uang. Ini namanya rampok. Ini korupsi besar. Saya pernah buat event besar tapi tidak seperti ini. Dan angka ini korupsi besar. Jangan terlalu putar balik,” kata Jimmy dalam rapat tersebut.

Dia mencontohkan penggunaan uang transportasi lokal dari hotel atau penginapan menuju lapangan pertandingan untuk 22 tim dalam Gubernur Cup. Padahal kata Jimmy peserta yang hadir dalam pertandingan tersebut hanya 14 tim saja.

Dilain sisi, Jimmy menyentil transport penyelenggara, uang harian perangkat pertandingan sebanyak 27 0rang, transport untuk anak gawang sebanyak 20 orang serta wasit pertandingan dan perangkat pertandingan daerah asal ke kota Kupang.

“yang ikut turnamen hanya 14 tim, tapi di dalam RAB ini ada 22 tim. Ini omong kosong semua. Soal wasit apakah didatangkan dari luar kota kupang semua,” tanya Jimmy berang.

Jimmy juga mempertanyakan soal penjualan karcis selama kompetisi berlangsung. Menurutnya, hal tersebut masuk dalam kategori pungutan liar (Pungli). Pasalnya, semuanya itu sudah dianggarkan dalam APBD.

Selain itu, dia juga menyoroti RAB pengelolaan dana Gubernur Cup yang menganggarkan untuk acara penyambutan atau “Welcome Party” yang menggunakan salah satu hotel mewah bintang IV di Kota kupang. Welcome party tersebut, menurutnya tidak penting karena tidak pernah memikirkan atlit dan kondisi ekonomi masyarakat di NTT.

“Kita serahkan saja ini ke Kejaksaan supaya diperikasa. Saya mau data ini lengkapnya termasuk bongkahan tiket kita kasih ke kejaksaan supaya kita tahu hasilnya. Harus hari ini dikasih tidak boleh lewat dari jam kantor, Supaya diaudit oleh kejaksaan.” tegas Jimmy.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Nahor Talan mengatakan, soal pembuatan karcis dan penjualan, diluar sepengetahuan Dispora. Dia menyebutkan terkait penjualan karcis tersebut diurus oleh Lambert Tukan yang merupakan Sekretaris Dispora NTT.

“Memang ada penjualan karcis pada piala gubernur. Mengenai teknisnya itu Lambert Tukan yang tahu,” kata Talan.