Survei: Publik Nilai Jokowi Tak Optimal Kurangi Pengangguran

Bagikan Artikel ini

Jakarta, NTTOnlinenow.com – Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebut mayoritas responden puas pada kinerja pemerintahan Joko Widodo. Namun namun ada beberapa sektor yang dinilai belum optimal dilaksanakan.

Peneliti senior SMRC Sirojuddin Abbas mengatakan, ada beberapa sektor yang masih dinilai negatif oleh responden. Salah satunya terkait dengan penyediaan lapangan kerja yang dinilai belum bekerja secara optimal. Jokowi selama ini dinilai belum berhasil mengurangi jumlah pengangguran.

“Persepsi negatif juga ada di sektor pengentasan kemiskinan dan harga kebutuhan pokok,” kata Sirjoudin dalam pemaparan hasil survei di Kantor SMRC, Jakarta, Minggu (24/7).

Terkait masalah-masalah yang masih dipersepsikan negatif ini, Sirojuddin meminta agar Jokowi memberikan perhatian lebih besar. Terutama, masalah harga kebutuhan pokok, pengangguran dan lapangan kerja, serta pemerataan pendapatan.

“Opini publik tidak statis, bisa berubah tergantung seberapa positif atau negatif kinerja pemerintahan Jokowi ke depan. Bila kian positif dukungan kepadanya bisa semakin tinggi, atau sebaliknya,” kata Sirojuddin.

Berdasarkan hasil survei, responden mayoritas mengaku puas pada kinerja Jokowi dan kabinetnya. Dari hasil jajak SMRC diketahui, 67 persen responden menyatakan puas pada kinerja Jokowi. Sementara sekitar 30 persen menyatakan tidak puas.

Menurut Sirojuddin, ada peningkatan jumlah responden yang puas. “Juli 2015 lalu yang puas hanya mencapai 41 persen, sementara yang tidak puas ada di angka 55 persen,” katanya.

Responden juga menurutnya optimistis pada pemerintah dimana ada kenaikan tren positif. Sebanyak 76,5 persen responden menyatakan negara bergerak ke arah yang benar.

Demikian juga dengan kepuasan demokrasi, menurutnya, 62,5 persen masyarakat mengatakan bahwa demokrasi adalah sistem yang yang paling cocok diterapkan di Indonesia.

Sirojuddin menambahkan, optimisme juga terlihat ketika responden diminta membayangkan kondisi perekonomian Indonesia setahun mendatang. Mayoritas mengatakan bahwa kondisi ekonomi nasional setahun ke depan akan lebih baik.

“Ini menunjukkan bahwa warga pada dasarnya optimistis menghadapi ekonomi masa depan,” ujarnya.

Demikian juga dengan pemberantasan korupsi, penanggulangan terorisme, kebebasan berpendapat, penegakan hukum, serta penjagaan keamanan dan ketertiban masyarakat, kata dia, mendapatkan apresiasi tinggi publik.

Tren positif juga terlihat pada sektor kesehatan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur. “Artinya masyarakat mengaku puas dengan kinerja Jokowi dan kabinetnya,” ujarnya.

SMRC melakukan survei terhadap kinerja pemerintahan Jokowi pada 22 hingga 28 Juni. Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden yang dipilih secara acak.

SMRC menyatakan, margin of error dalam survei ini kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.CNN Indonesia