Gubernur NTT Canangkan BBGRM di Waigapu

Waingapu,NTTOnlinenow.com – Gubernur NTT, Drs.Frans Lebu Raya, Jumat (29/4) pagi, di desa Kuta, kecamatan Kanatang, kabupaten Sumba Timur, mencanangkan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke 13, Hari Kesatuan Gerak PKK ke 44, Hari Keluarga ke 23 dan Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke 2 tingkat provinsi NTT tahun 2016.

Siran pers Biro Humas NTT mejelaskan, rangkaian kegiatan tersebut dimaksudkan untuk senantiasa mendorong masyarakat menempatkan sikap hidup gotong royong ditengah interaksi sosial yang cenderung terkikis oleh sikap hidup individualistik yang kurang sensitif terhadap situasi dan kondisi.

Pada bagian lain, rangkaian kegiatan itu, bertujuan mendorong jajaran Tim Penggerak PKK dengan struktur organisasi hingga ke pedesaan, menjadi sebuah kekuatan dalam memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui program PKK. Meningkatkan pemahaman masyarakat dalam membangun keluarga kecil, bahagia dan sejahtera serta memotivasi masyarakat menemukan inovasi terkait TTG dengan memanfaatkan semua sumberdaya yang ada untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan keluarga.

Terkait hal itu, kata Gubernur Frans Lebu Raya, gotong royong menjadi kata kunci dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sebab, sejarah bangsa dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, tidak ada satu orang pun yang bisa hidup tanpa bantuan dari orang lain. Tidak ada satu kelompok yang dapat hidup sendiri tanpa pertolongan dari kelompok lain dan itulah cermin dari sendi hidup gotong royong. “Bukan individualisme yang dibangun di negeri ini. Tugas kita adalah terus membangun semangat gotong royong. Kita tidak boleh bangun semangat individualisme dari desa tapi dari desa kita bangkitkan semangat gotong royong terutama gotong royong dalam membangun desanya,” jelas Gubernur Lebu Raya.

Menurut Gubernur, melalui bulan bakti, mari satukan tekad untuk membudayakan semangat untuk hidup bergotong royong membangun desa dan daerah NTT. Bangun desa melibatkan seluruh masyarakat. Pembangunan infrastruktur di desa dilakukan dengan melibatkan sumber daya lokal. Apalagi saat ini dihadapkan dengan kekeringan, gagal tanam maupun gagal panen.  Karena itu, lanjut Lebu Raya, melalui dana desa yang tersedia supaya membangun sarana yang dapat mengatasi berbagai kekurangan dengan sistem padat karya.

Terkait Hari Keluarga, Gubernur Lebu Raya, mengajak masyarakat NTT untuk membangun ketahanan keluarga masing-masing. Perlu membangun keluarga sejahtera dan berkualitas melalui program keluarga berencana. Hari Keluarga menjadi momentum refleksi dan untuk merefleksikan keluarga masing-masing dan menjadi tauladan bagi keluarga lainnya. “Saya mengakui masyarakat NTT mulai menyadari betapa pentingnya program KB dalam menciptakan keluarga sejahtera. Sebab, program KB untuk merencanakan keluarga masa depan dengan tepat,” tutur Gubernur.

Untuk urusan pangan, Gubernur Lebu Raya, minta Tim Penggerak PKK dapat menaruh perhatian serius. Kemudian memberikan perhatian juga dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak. Lewat Revolusi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) telah berhasil menurunkan angka kematian ibu  tapi belum berhasil menurunkan angka kematian bayi. Kata Gubernur, angka kematian bayi masih fluktuatif, mengapa. Kematian bayi sering terjadi saat pasca persalinan setelah pulang ke rumah. Terhadap bayi, pasca persalinan perlu mendapat perhatian dan perawatan serius.

Mengenai TTG sebagaimana disinggung Gubernur Frans Lebu Raya, sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan taraf hidupnya. TTG dimaksudkan untuk merangsang masyarakat memiliki inovasi baru terkait dengan penciptaan TTG. TTG diupayakan untuk menciptakan usaha rumah Tangga masyarakat bagi pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga. “Melalui gelar TTG ke 2 tahun 2016, saya yakin bantuan peralatan teknologi yang diberikan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” tambah Gubernur.

Ketua TP PKK/Dekranasda NTT, Lusia Adinda Lebu Raya, membacakan  sambutan Ketua Umum TP PKK, Erny Guntarti Tjahyokumolo, mengatakan perlu memaknai hari kesatuan gerak PKK dalam mensejahterakan keluarga. Untuk itu seluruh jajaran TP PKK secara berjenjang mampu membuktikan kinerjanya dengan berupaya keras untuk memperkuat peranan kelompok dasa wisma yang merupakan ujung tombak gerakann PKK. Dikatakan, jajaran TP PKK dapat memberikan bimbingan, pembinaan dan fasilitasi yang berkelanjutan kepada kader PKK termasuk kader dasa wisma.

Melalui pencanangan BBGRM, di desa Kuta, diserahkan sejumlah bantuan berupa, alat mol jagung, alat pengupas kacang tanah, 50 paket bantuan Dinsos NTT kepada warga miskin, satu unit kapal ikan, bibit ikan lele 5000 ekor, mobil alih teknologi dan informasi kepada pemda Sumba Timur, bibit ternak kambing, IUD kit kepada Bidan, BKB Kid dan penyerahan implant kit kepada Bidan serta penyerahan perangko kampung keluarga berencana.

Sedangkan undangan yang menghadiri acara pencanangan BBGRM, antara lain,Ketua dan Wakil ketua TP PKK NTT, Ketua DPRD sumba Timur, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Timur, Bupati Sumba Tengah, Bupati Sumba Barat, Bupati Manggarai, Bupati TTS, Bupati TTU, Bupati Belu, Bupati Sikka, Wakil Bupati Flotim dan Wakil Bupati Sabu Raijua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*