Harga Minyak Tanah di Belu Mahal dan Langka

E-mail Print PDF

Ilustrasi/ist

Laporan Handoko
Atambua, NTTOnline – Sejumlah masyarakat di wilayah Kabupaten Belu mengeluh dengan harga Minyak Tanah yang mahal. Pasalnya harga mitan akhir-akhir ini mengalami kenaikan harga yang melonjak.

Selain mahalnya harga mitan di setiap pangkalan atau pengecer yang ada, warga juga mulai mengalami kesulitan mendapatkan mitan untuk keperluan kebutuhan sehari-hari. Akibatnya keberadaan mitan di sebagian besar wilayah Belu mulai mengalami kelangkaan dan kalau pun ada harga mitan berkisar Rp. 5.000 hingga 6.000/liternya.

Harga mitan di seputaran kota Atambua, saat ini berfariasi harga jual mulai dari agen/pangkalan hingga ke setiap pengecer yang ada di kios-kios. Sesuai dengan Surat keputusan (SK) Bupati 2008 Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp.3.350/liter. Hingga dikeluarkannya SK Bupati pada tanggal 1 Juli 2013, tentang Penetapan Tarif Harga Eceran Tertinggi (HET) tidak ada perubahan atau kenaikan harga jual.

Melda warga Atambua kepada NTT Online, Selasa (16/7) mengungkapkan harga mitan saat ini mahal beda dengan harga bulan sebelumnya. Saat ini di pangkalan sekitar Tini harga mitan perliternya melonjak dari Rp. 3.350/liter menjadi rata-rata Rp. 4.000 ke atas. “Sekarang ini satu liter di pangkalan ada yang jual Rp. 4.000/liter ada juga yang harga Rp. 4.500/liternya,” ungkapnya.

Selain mahalnya harga mitan, menurut dia warga juga mulai kesulitan untuk mendapatkan mitan. Berbeda dengan sebelumnya dengan harga standar di setiap pangkalan mitan stock mitan selalu ada. “Kalau harga lama di pangkalan tidak susah untuk dapat, tapi sekarang ini mitan sulit kita dapat,” tutur Melda.

Dijelaskan pula selain mahalnya harga mitan di setiap pangkalan yang ada, kelangkaan pun terjadi di setiap pengecer mitan. Walaupun ada stock mitan di pengecer yang pasti dijual dengan harga sekitar Rp. 5.000/liter hingga Rp. 6. 000.liternya.

Dia berharap agar Pemerintah Daerah segera menertibkan agen, para pangkalan serta pengecer yang nakal bermain harga jual mitan yang tidak sesuai dengan keputusan harga dalam SK Bupati. “Kalau bisa tolong ditertibkan harga minyak tanah yang dijual saat ini karena harga seperti ini dan langka begini kami warga sulit untuk dapat,” pintanya.

Kabag Ekonomi Setda Belu, Gaudensius Klau ketika di konfirmasi NTT Online belum lama ini mengungkapkan harga jual mitan sesuai dengan SK Bupati tanggal 1 Juli lalu masih tetap dan tidak ada perubahan kenaikan harga jualnya. “SK Bupati jelas untuk perubahan HETnya tidak ada dan harga jualnya masih tetap,” ucapnya.

Klau menegaskan pihaknya akan segera menertibkan agen serta pangkalan yang menjual mitan dengan harga yang tidak sesuai. Jika benar ada agen atau pangkalan yang nakal maka pihaknya tidak akan segan-segan mengamankannya. “Kalau ketahuan harga jual minyak tanah tidak sesuai atau melambung, maka terpaksa kita akan tangkap dan proses,” tandas Klau.

Sementara itu Wakil Bupati Belu, Taolin Ludovikus mengatakan bahwa, mengacu pada SK Bupatin tidak boleh ada agen atau pangkalan yang menaikan harga sepihak. Ada beberapa agen telah diperingati dengan menyurati langsung. “Saya sudah ingatkan dengan surat, kalau ada yang masih melawan, jangan menyesal jika berurusan dengan pihak kepolisian,” tegasnya.


rssfeed
Email Twitter Facebook google YahooWebSzenario
 

Artkel Terbaru

Peran & Fungsi dan Tugas Parpol Dalam Rekrutmen Pemimpin

Peran & Fungsi dan Tugas Parpol Dalam Rekrutmen Pemimpin

Laporan Yansen BauAtambua, NTTOnline - Partai... [More...]

Puskesmas Menuju BLUD Dapat Catatan Kritis Komisi IV

Puskesmas Menuju BLUD Dapat Catatan Kritis Komisi IV

Laporan Nyongki MauletiKupang, NTTOnline -... [More...]

Sembilan Ranperda Sudah Disepakati Menjadi Perda

Sembilan Ranperda Sudah Disepakati Menjadi Perda

Laporan Yongki MauletiKupang, NTTOnline - Dari... [More...]

DPRD NTT: Pemerintah Hanya Hebat pada Tataran Konsep

DPRD NTT: Pemerintah Hanya Hebat pada Tataran Konsep

Kupang, NTTOnline - Pemerintah provinsi kaya... [More...]

Penjualan Lahan ke Warga Asing Pakai Orang Lokal

Penjualan Lahan ke Warga Asing Pakai Orang Lokal

Kupang, NTTOnline - Sinyalemen yang terjadi,... [More...]

Polisi Amankan Sebelas Warga Diduga ISIS

Polisi Amankan Sebelas Warga Diduga ISIS

Kupang, NTTOnline - Kepolisian di Polsek... [More...]

Satgas Yonif 514 Bantu Warga Perbatasan Bangun Bak Air

Satgas Yonif 514 Bantu Warga Perbatasan Bangun Bak Air

Laporan Yansen BauAtambua, NTTOnline - Prajurit... [More...]

DPRD Pesimis 17 Ranperda Dibahas Dalam Lima Hari

DPRD Pesimis 17 Ranperda Dibahas Dalam Lima Hari

Laporan Nyongki MauletiKupang, NTTOnline -... [More...]

Empat Tersangka Narkoba Dilimpahkan Polda NTT Ke Kejari Atambua

Empat Tersangka Narkoba Dilimpahkan Polda NTT Ke Kejari Atambua

Laporan Yansen BauAtambua, NTTOnline -... [More...]

Aset Peninggalan Kabupaten di Kota Kupang Harus Diperjelas Oleh Pemprov

Aset Peninggalan Kabupaten di Kota Kupang Harus Diperjelas Oleh...

Laporan Nyongki MauletiKupang, NTTOnline - DPRD... [More...]