PPNI NTT Desak DPRD Tetapkan Perda Keperawatan

E-mail Print PDF

alt

Laporan Yongki Mauleti
Kupang, NTTOnline - Puluhan perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) NTT mendesak DPRD NTT segera merancang peraturan daerah (Perda) tentang Keperawatan demi menjamin pelayanan kepada masyarakat dan profesi perawat.

Desakan ini disampaikan Ketua PPNI NTT, Florentianus Tat mewakili puluhan perawat saat mendatangi DPRD NTT, Selasa (21/5). Puluhan perawat ini diterima oleh anggota DPRD NTT, Sommie Anugrah Pandi.

Florentianus lebih lanjut memohon dukungan DPRD NTT mendesak lima menteri segera membahas rancangan Undang- Undang (UU) tentang Keperawatan dalam waktu satu bulan. Kelima menteri dimaksud yakni Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Menteri Hukum dan HAM.

Setelah menyampaikan dan menyerahkan pernyataan sikap, dilakukan dialog antara para perawat dengan anggota DPRD NTT yang menerima kedatangan perawat yang tergabung dalam PPNI NTT. Ukaya, salah satu perawat dari Puskesmas di Kota Kupang menyampaikan, kehadiran dokter di puskesmas tidak setiap hari.

Padahal dokter bertugas melakukan pemeriksaan terhadap para pasien dan memberikan resep obat. Anamnese yang diberikan kepada pasien sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) perawat. Ini tentunya membuat pasien menjadi korban pelayanan seperti itu.

Lebih lanjut disampaikan, UU keperawatan 2010 belum menempatkan posisi perawat sebagaimana layaknya, karena sebatas mengatur tentang memberikan resep obat sederhana. Perawat bertugas untuk menulis resep untuk melayani pasien.

Perbandingan jasa medik antara dokter dan perawat sangat besar, yakni sekitar 80 persen untuk dokter dan 20 persen untuk perawat. Jasa medik untuk dokter sebesar Rp1,5 juta dan perawat Rp300.000.

“Padahal perawat menjadi ujung tombak dalam pelayanan kepada pasien. Ini,” kata Ukaya.

Anggota DPRD NTT, Sommie Anugrah Pandi menyatakan, DPRD bisa menjadikan rancangan Perda tentang Keperawatan sebagai perda inisiatif atau prakarsa dewan. Untuk hal ini, harus dikoordinasikan dan dikomunikasikan dengan Komisi D. Sehingga pada Desember 2013 nanti, Perda ini sudah selesai dibahas dan ditetapkan.

“Saya akan sampakan aspirasi yang disampaikan pada kesempatan ini ke pimpinan dewan agar segera diambil tindakan sesuai mekanise yang berlaku. Karena belum ada aturan yang mengatur tentang perawat, semua kesalahan dilimpahkan ke perawat,” ujar Sommie.


rssfeed
Email Twitter Facebook google YahooWebSzenario
 

Artkel Terbaru

Yonif 742 Wira Yudha Adakan Pengobatan Gratis Bagi Warga Camp Bundaran Perbatasan Tiles

Yonif 742 Wira Yudha Adakan Pengobatan Gratis Bagi Warga Camp...

Laporan HandokoAtambua, NTTOnline - Ratusan... [More...]

Mantan Kadishub Lembata Divonis 1 Tahun 3 Bulan Penjara

Mantan Kadishub Lembata Divonis 1 Tahun 3 Bulan Penjara

Kupang, NTTOnline – Kepala Dinas Perhubungan... [More...]

Kejari Atambua Lidik Proyek BSPS Senilai Rp 40 Miliar

Kejari Atambua Lidik Proyek BSPS Senilai Rp 40 Miliar

Kupang, NTTOnline – Kejaksaan Negeri (Kejari)... [More...]

Empat Abad Masuknya Gereja Protestan Dirayakan Setahun Penuh

Empat Abad Masuknya Gereja Protestan Dirayakan Setahun Penuh

Laporan Yongki MauletiKupang, NTTOnline -... [More...]

Awasi Petugas & Konsumen Nakal, SPBU di Belu Pasang CCTV

Awasi Petugas & Konsumen Nakal, SPBU di Belu Pasang CCTV

Laporan HandokoAtambua, NTTOnline - Seluruh... [More...]

Mantan Anggota DPRD Kota Kupang Belum Kembalikan Temuan BPK

Mantan Anggota DPRD Kota Kupang Belum Kembalikan Temuan BPK

Laporan Yongki MauletiKupang, NTTOnline -... [More...]

Gereja Sahabat Tiga Negara Hadiri Perayaan 400 Tahun Gereja Protestan

Gereja Sahabat Tiga Negara Hadiri Perayaan 400 Tahun Gereja Protestan

Laporan Yongki MauletiKupang, NTTOnline -... [More...]

Lembaga Dewan Representatif Masyarakat NTT

Lembaga Dewan Representatif Masyarakat NTT

Kupang, NTTOnline - Ketua Fraksi PDI Perjuangan... [More...]

Kejati NTT Lidik Proyek Pengadaan Benih Senilai Rp 200 Miliar

Kejati NTT Lidik Proyek Pengadaan Benih Senilai Rp 200 Miliar

Kupang, NTTOnline – Kejaksaan Tinggi Nusa... [More...]

Jaksa Target Berkas Kasus Pembunuhan Obaja Rampung Dalam Sepekan

Jaksa Target Berkas Kasus Pembunuhan Obaja Rampung Dalam Sepekan

Kupang, NTTOnline - Kejaksaan Tinggi (Kejati)... [More...]