Kesal, Warga Malaka Ancam Tidak Memilih Pilgub

E-mail Print PDF

alt

Laporan Handoko
Atambua, NTT Online – Pasca bencana banjir di wilayah Malaka umumnya, hingga kini perhatian dalam bentuk apapun dari para calon Gubernur dan Wakil Gubernur tidak pernah berkunjung melihat korban yang membutuhkan uluran bantuan. akibat hal tersebut sejumlah warga di Malaka meeras kesal dan berencana tidak akan melakukan pemilihan umum Gubernur (Pilgub) NTT mendatang.

 Salah satu warga Malaka Barat, Sakarias Nahak kepada wartawan NTT Online di Malaka, Senin lalu mengemukakan, sejak bencana banjir benenain kali lalu hingga saat ini calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, tidak memiliki perasaan dan sikap peduli untuk warga NTT di Malaka yang sedang tertimpa bencana.

“Kami sangat kesal dengan calon yang tidak punya perasaan dengan korban banjir benenain. Karena itu kami warga yang terendam banjir tidak akan gunakan hak pilih kami untuk memilih,” tandasnya.

Dikatakan bahwa, warga yang menjadi korban banjir benenain hanya membutuhkan perhatian dengan dikunjungi. Warga tidak mengharapkan penuhnya bantuan uluran tangan. Sebab keinginan warga yang untuk bertemu dengan para calon dan membahas untuk menanggulangi agar tidak terjadi lagi banjir.

“Kita hanya ingin agar saling menghargai dengan mengunjungi korban yang ada, bukan berarti takut pergi karen ananti akan dimintai uang,” paparnya.

Dirinya bersama warga korban banjir lainnya meminta agar tanggul-tanggul yang jebol segera di perbaiki ulang dan menyiapkan tanggul permanen lain untuk manahan air jiak terjadi banjir lagi. “Kita hanya mau agar tanggul yang sudah jebol diperbaiki kembali, biar saat hujan nanti tidak banjir lagi,” pinta Nahak.

Senada hal tersebut diungkapkan, Andre Seran yang mengatakan, banjir tersebut sebenarnya tidak akan terjadi lagi apabila tanggul tersebut dikerjakan dengan baik. Namun berbeda tanggul tersebut sepertinya dikerjakan hanya asal kerja yang bentuk terbentuk ada tanggul.

“Harusnya pemda Belu dan Pemprov punya solusi lain untuk atasi banjir. Bukan menyiapkan tanggul terus rusak nanti kerjakan yang sama lagi, jadi coba pikirkan solusi lain biar tidak terjadi banjir lagi,” ungkapnya.

Kekecewaannya juag dilontarkan bagi calon gubernur dan wakil gubernur yang seolah-olah cuek dengan korban banjir benenain. Dirinya kesal karena saat musim kering lokasi Malaka yang menjadi langganan banjir dikunjungi, namun saat hujan tidak pernah ditinjau.

“Inikah pemimpin yang perhatian dengan warganya, yang sedang susah tapi tidak pernah datang melihatnya. Kalau datang hanya ditempat tertentu saja, kami tidak akan ikut memilih dalam pemilihan gubernur mendatang,” pugkasnya.


rssfeed
Email Twitter Facebook google YahooWebSzenario
 

Artkel Terbaru

Praperadilan Polres Sikka Gugur, Perkara Pokok Ditetapkan

Praperadilan Polres Sikka Gugur, Perkara Pokok Ditetapkan

Laporan Raymon TiwaApresiasi Kerja Jaksa Maumere... [More...]

Pembahasan KUA-PPAS 2016, Pekan Depan

Pembahasan KUA-PPAS 2016, Pekan Depan

Laporan Nyongki MauletiKupang, NTTOnline - Sidang... [More...]

Dewan Dukung Polisi Usut Tuntas Kasus Bantuan Sapi Raifatus

Dewan Dukung Polisi Usut Tuntas Kasus Bantuan Sapi Raifatus

Laporan Yansen BauAtambua, NTTOnline - DPRD... [More...]

PNS Wajib Mendaftar Ulang Jika Tidak Mau Dianggap Undurkan Diri

PNS Wajib Mendaftar Ulang Jika Tidak Mau Dianggap Undurkan Diri

Laporan NYongki MauletiKupang, NTTOnline - Untuk... [More...]

Kini Lapas Anak Telah diganti Jadi LPA

Kini Lapas Anak Telah diganti Jadi LPA

Laporan Nyongki MauletiKupang, NTTOnline -... [More...]

Senator Andre Garu Sarankan Pola Penyerapan APBD Dirubah

Senator Andre Garu Sarankan Pola Penyerapan APBD Dirubah

Laporan Laurens Leba Tukan Kupang, NTTOnline -... [More...]

RUPS Penentu PT Sasando di Likuidasi

RUPS Penentu PT Sasando di Likuidasi

Laporan Nyongki MauletiKupang, NTTOnline -... [More...]

Camat Raihat Siap Menerima Putusan Pimpinan

Camat Raihat Siap Menerima Putusan Pimpinan

Laporan Yansen BauAtambua, NTTOnline - Camat... [More...]

Setiap Hari Sampah di Kota Kupang Capai 500 Meter Kubik

Setiap Hari Sampah di Kota Kupang Capai 500 Meter Kubik

Laporan Nyongki MauletiDinas Kebersihan ... [More...]

Ada Tujuh Sekolah yang Sudah Terbit Izin Kelembagaannya di Manggarai

Ada Tujuh Sekolah yang Sudah Terbit Izin Kelembagaannya di Manggarai

Laporan Marten DonRuteng, NTTOnline - Untuk... [More...]