PAW Batal, Calon DPRD PAW Akan Menggugat

E-mail Print PDF

 

alt

Laporan Marten Don
Borong, NTTOnline - Setelah sekian lama menunggu proses Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap DPRD yang pindah Parpol untuk mengikuti Pileg 2014 mendatang namun disusul informasi tentang hasil gugatan ke MK bagi sebagian anggota DPRD dapat bernafas lega.

Dalam amar putusan terhadap perkara No. PUU 39, MK menyebutkan tidak perlu lagi anggota dewan mengundurkan diri dan melakukan  PAW dari parpol yang lama.

Namun rupanya keputusan MK itu menuai berbagai kritikan pedas yang datangnya dari para calon DPRD PAW dan salah satunya Ardi Dahus, salah seorang calon DPRD PAW dari Partai Republikan yang akan menggantikan Nikolaus Martin.

Dahus salah seorang pengurus Partai Republikan Kabupaten Manggarai Timur yang pernah maju calon legislatif (Caleg) 2009 lalu dan memperoleh suara terbanyak urutan kedua setelah Nikolaus Martin. “ Saya sangat kecewa dan marah atas sikap ketua DPRD, KPUD Matim dan Gubernur NTT yang sampai dengan saat ini belum melakukan proses PAW”, kesalnya

Menurutnya, tidak ada alasan dari KPUD, Pimpinana DPRD, dan Gubernur untuk tidak melaksanakan amanat UU No. 27 tahun 2009 untuk segera memproses PAW anggota DPRD yang pindah Parpol. Hal itu disampaikan Ardi Dahus, Rabu (14/8) siang di sela-sela rapat pleno KPUD tentang hasil Pilkada Matim di Borong

“Sikap ketua DPRD, KPUD dan Gubernur itu tidak konsisten dan melanggar aturan Undang-Undang (UU), diantaranya melanggar UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Kabupaten, UU 27 tentang Susduk, PP 16 Tahun 2010 tentang Pedoman Teknis PAW, dan Tata Tertib (Tatib) Dewan bahwa Anggota DPRD tidak boleh merangkap anggota partai lain”, tandas Dahus.

“Landasan UU nya  jelas UU No. 27 tahun 2009 dan PP No. 16 tahun 2010 tentang tata tertib DPR. “ kalau proses PAW tidak dilakukan berarti semua komponen yang berkaitan dalam mengurus PAW secara berjemaah mereka melakukan pembohongan publik”,kata Ardi Dahus

Dahus menegaskan pula jika proses PAW terhadap dirinya batal maka dirinya siap menggugat, DPRD, KPUD dan Gubernur NTT. Ia menduga ini ada unsur kesengajaan karena proses PAW terhadap dirinya sudah sejak lama diajukan namun belum di tanggapi pula. “Ini ada apa”, tanya Dahus dengan nada kesal.  

Sementara ketua DPRD Matim, Jhon Nahas kepada NTTOnline, Rabu (14/8) siang di Borong mengatakan, dirinya telah menghadap ke Gubernur NTT di Kupang di bagian Tapem, namun berdasarkan surat edaran Gubernur NTT No. 100/225/2013 tanggal 2 Agustus 2013, isinya menunda semua proses PAW DPRD sambil menunggu petunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri), katanya.    

“Saya heran dan bingung, mengapa sampai saat ini pihak DPRD Matim belum melakukan pelantikan terhadap saya, padahal Nikolaus Martin sudah jauh hari sebelumnya telah mengajukan usulan PAW ke DPRD, tetapi mengapa belum ditindaklanjuti pula usulan tersebut. Saya tau mereka sudah aturan UU tetapi mereka sengaja tidak melakukan proses itu”, tanya Dahus dengan nada kesal

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD Matim, Benediktus S.T. Papur, S.Fil ketika dikonfirmasi NTTOnline, Rabu (14/8) siang di KPUD Matim menjelaskan berkaitan dengan keputusan MK tentang PAW itu ada 2 hal sebenarnya, Pertama, bagi para calon yang partai politiknya (Parpol) telah melakukan proses PAW silahkan jalan terus. Kedua, bagi Parpol yang belum lakukan proses PAW karena keputusan MK maka harus dihentikan. Jelas Bento Papur singkat. 

 


rssfeed
Email Twitter Facebook google YahooWebSzenario
 

Artkel Terbaru

RPK Dan IOM Latih Tokoh Masyarakat Cegah Migrasi Tidak Aman

RPK Dan IOM Latih Tokoh Masyarakat Cegah Migrasi Tidak Aman

Laporan Yongki MauletiKupang, NTTOnline - Rumah... [More...]

27 Oktober, Strat A Diberlakukan Satu Arah

27 Oktober, Strat A Diberlakukan Satu Arah

Laporan Yongki MauletiKupang, NTTOnline - Dinas... [More...]

Irpan: Saya Dijanjikan Uang Rp 20 Juta

Irpan: Saya Dijanjikan Uang Rp 20 Juta

Laporan Yansen BauAtambua, NTTOnline - Irpan,... [More...]

Bea Cukai Mota'ain Gagalkan Penyelundupan 2,22 Kg Narkoba

Bea Cukai Mota'ain Gagalkan Penyelundupan 2,22 Kg Narkoba

Laporan Yansen BauAtambua, NTTOnline - Tim Bea... [More...]

Kasus Hibah Tanah Ronda Dalam Proses Pemberkasan

Kasus Hibah Tanah Ronda Dalam Proses Pemberkasan

Kupang, NTTOnline – Tim penyidik Kejaksaan... [More...]

Kejari Waikabubak Diduga Sengaja Perlambat Kasus Bupati Sumbar

Kejari Waikabubak Diduga Sengaja Perlambat Kasus Bupati Sumbar

Kupang, NTTOnline – Hingga saat ini kasus... [More...]

Buronan Kalumban Mali Terus Dicari Kejati NTT

Buronan Kalumban Mali Terus Dicari Kejati NTT

Kupang, NTTOnline -  Hingga saat ini... [More...]

Wawali: Expo Pendidikan Harus Jadi Ajang Unjuk Kreatifitas

Wawali: Expo Pendidikan Harus Jadi Ajang Unjuk Kreatifitas

Laporan Yongki MauletiKupang, NTTOnline - Wakil... [More...]

Masalah BBM Sangat Meresahkan Masyarakat

Masalah BBM Sangat Meresahkan Masyarakat

Laporan HandokoAtambua, NTTOnline - Kelangkaan... [More...]

Bocah Perempuan berusia 9 Tahun di Cabuli

Bocah Perempuan berusia 9 Tahun di Cabuli

Laporan Marten DonRuteng, NTTOnline - Kasus... [More...]