STKIP St.Paulus Ruteng berduka, Jazad Fridolina Susanti Ditemukan Di Dalam Lobang WC

E-mail Print PDF

Suasana evakuasi jenasah di Ruteng NTT/nttonlinenow

Laporan Marten Don
Ruteng, NTTOline - Entah apa yang dimimpikan sebelumnya, putri  tunggal pasangan Markus Bambur (Alm) dan Martina Niut, putri semata wayang bernama Fridolina Susanti (23) mahasiswi  tingkat 4 pada Sekolah Tinggi Katolik Ilmu Pendidikan (STKIP) St. Paulus Ruteng, tiba-tiba mengalami nasib naas, Kamis (20/6) sekira pukul 19.00 wita, bertempat di salah satu koss milik Maria Elisabet Teme, di Hombel, Kelurahan Mbau Muku, Kecamatan Langke Rembong, kabupaten Manggarai.

Tangis histeris keluarga dan kerabat atau teman dekat korban tak terbendung seolah mengiringi prosesi evakuasi. Kejadian tersebut sempat menggegerkan warga kota Ruteng karena Fridolina tewas mengenaskan didalam kamar mandi akhibat ambruknya kamar mandi, sementara korban saat itu sedang asyik mandi dikamar mandi itu dan seketika itu juga tiba-tiba kamar mandi itu amblas tenggelam bersama korban sehingga korban tak sempat menyelamatkan diri.

Kronologis kejadian

Bermula ketika hari itu korban yang berdomisili dikoss Susteran MBC yang beralamat di Tenda, Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, yang hanya berjarak kurang lebih 1 km arah timur kota Ruteng.

Pasalnya hari itu korban bertamu kekosan temannya yang bernama Yudit, Intan, teman dekat korban, yang beralamat di Hombel, Kelurahan Mbau Muku untuk membantu mengerjakan tugas temannya itu.

Malam telah tiba sekira pukul 19.00 wita korban bergegas kekamar mandi untuk mandi, ternyata maut menjemputnya, sementara korban mandi tiba-tiba kamar mandi yang dilengkapai dengan WC dalam itu ambruk tenggelam kedasar tanpa diketahui sebab musababnya, akhirnya korban ikut jatuh tenggelam kedasar bak penampungan WC bersama material bangunan dikedalaman kurang lebih 15 meter.

Tidak ada saksi mata dalam peristiwa naas tersebut. Namun kesaksian beberapa warga dilokasi kejadian yang ikut mengevakuasi jasad korban menyebutkan, bahwa kamar mandi dan wc tersebut tidak dibangun dengan menggunakan pondasi dasar tetapi diduga kuat lantai dan klosetnya langsung dibangun diatas lobang wc yang sama, tidak dipisahkan dengan kamar mandi dan bak penampung atau pembuangan akhir. Selain itu tidak ada pondasi sehingga tidak ada tumpuan jika sesewaktu ada bebaban bergerak maka pasti dengan sendirinya akan roboh, kata salah seorang warga yang tak mau dikorankan namanya.

Kejadiannya Aneh  

Sesaat sebelum kejadian naas itu berlangsung dua teman korban, Intan dan Yudit mandi dikamar mandi yang sama, dan ketika itu korban ikut antre. Anehnya ketika kedua teman sebelumnya mandi ditempat yang sama rasanya aman-aman saja tak sedikitpun menaruh kecurigaan karena tak ada tanda-tanda atau firasat aneh apapun ditempat itu.

Ajal menjemputnya

Entah apa yang terjadi dengan korban saat ia mandi, jelas tak ada orang lain yang tahu. Saat kejadian berlangsung sekira 10 menit didalam kamar mandi tiba-tiba beberapa teman korban yang sedang asyik didalam kamar kost mendengar bunyi runtuhan dari arah kamar mandi tempat kejadian perkara (TKP) dan saat itu pula mereka mendatangi lokasi kejadian, karena gelap dan panik beberapa teman korban lari berhamburan keluar rumah tanpa memberikan pertolongan sedikitpun mereka langsung berteriak minta tolong warga sekitar.  Dan oleh warga sekitar langsung melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian polres manggarai untuk segera mengevakusi jasad korban.

Ada tanda-tanda aneh sebelum korban meninggal. Status di FB ’Sebelum Pulang’. Apa Maksudnya? Aneh rasanya, disadari atau tidak, sengaja atau tidak sengaja sebelum ia (Fridolina) meninggal status di FB Nya tertulis “Sebelum Pulang”, apa maksudnya? Semasa hidupnya, korban dikenal sebagai salah seorang mahasiswi yang baik, ramah, santun dan cerdas. Selain itu pergaulan dengan lingkungan sekitarnya juga ia terkenal humanis.

Tak hanya itu didunia mayapun korban terkenal sebagai salah seorang yang memiliki banyak teman, baik laki-laki maupun sesama jenisnya sehingga tak heran kalau dikotak pesan face book (FB) Nya banyak pesan masuk dan isinya  tentang curhat bersama sahabat-sahabatnya.

 “saya kaget dan baru sadar ketika melihat status di Fb nya almarhum karena tertulis, “sebelum pulang”, apa maksudnya itu? Selain itu beragam komentar aneh lainnya tentang foto profilenya yang sedang mengenakan gaun kebaya, seperti sanjung-sanjung korban, enu pake kebaya itu tamabah cantik, molas manggarai asli dan masih banyak nilainnya,” Ujar seorang sahabat dekat korban yang tak mau disebutkan namanya.

14 jam evakuasi, tim mengaku kesulitan

Tim evakuasi dari pihak TNI, kepolisian, BNPB dan masyarakat setempat mengaku kesulitan dan lamban mengevakuasi jasat korban karena TKP ditengah-tengah rumah penduduk, selain itu lokasinya sangat sempit dan tidak ada jalan raya masuk, sehingga evakuasi dilakukan secara manual tidak menggunakan alat berat, termasuk mesin penyedot lumpur. “kami sempat kesulitan evakuasi korban, karena tidak ada alat bantu seperti mesin penyedot lumpur, alat berat untuk menghancurkan runtuhan tembok, ditambah lagi ketika malamnya gelap.” Tim evakuasi hanya bermodalkan alat bantu manual seadanya, seperti ember, skop, linggis dan karung untuk mengangkat lumpur pekat dan mengahancurkan material bangunan yang roboh itu. Kata Dominikus, seorang relawan keluarga yang ikut mengevakuasi jasat korban.

Jasad Fridolina berhasil dievakuasi. Sekitar pukul 09.00 wita (pagi) korban baru berhasil dievakuasi, jasadnya ditemukukan dalam posisi duduk didasar lobang bak penampungan wc. Oleh tim evakuasi jasad korban langsung dibawah ke ruang jenasah RSUD Ruteng untuk di lakukan visum namun sejauh ini dokter belum dapat dimintai keterangannya terkait hasil visum. Tetapi keterangan Dominikus salah seorang tim evkuasi keluarga korban kepada NTTOnline.com menjelaskan, bahwa korban ditemukan dalam posisi duduk didasar lobang wc dan tidak berpakaian, selain itu tidak ditemukan satpun luka, baik luka lecet ataupun memar pada tubuh korban.

Sementara itu Sekretaris BNPB Kabupaten Manggarai, Gaspar Wuar, kepada NTTOnlinenow.com mengatakan pihaknya selain menurunkan tim evakuasi jazad korban juga membantu satu unit peti jenazah.

Sejak berita ini diturunkan pemilik koss, kepala asrama susteran MBC (tempat tinggal korban yang sebenarnya) dan pihak kepolisian polres manggarai belum berhasil di konfirmasi.

Atas peristiwa itu teman-teman dekat korban mengaku sangat terpukul. “Kami sangat terpukul dengan peristiwa teragis ini, apalagi korban sebentar lagi akan wisudah. Kematian hal yang wajar bagi setiap manusia tetapi kejadian ini bagi kami sangat tidak wajar, kepada siapa kami mengadu dan siapa yang akan bertanggung jawab atas meninggalnya teman kami ini,” ungkap beberapa teman korban kepada NTTOnlinenow.com sambil meneteskan air mata kesedihan.

Hal senada disampaikan oleh keluarga dekat korban selain sangat terpukul mereka mangaku kesal atas peristiwa sadis itu. “Kami sangat kesal kematian anak kami, mengapa ia harus pergi dengan cara begini, ini sangat tidak adil, mengapa Tuhan mengakhiri usia anak kami dengan cara sadis begini,” tangis keluraga dan kerabat dekat korban saat jenazah korban diangkut dari mobil Dalmas Brimop Manggarai di RSUD Ruteng.    

Setelah dilakukan visum di RSUD Ruteng jenasah korban diarakan ke aula STKIP Ruteng untuk disemayamkan. Beberapa rangkaian acara dilakukan seperti upacara misa pemberkatan jenasah yang dipimpin oleh Pater Servulus Isaak, LIC, seremonial wisudah dengan pembacaan nilai IPK 3,10 dengan predikat memuaskan dan penyerahan jenazah kepihak keluarga. Setelah seluruh rangkaian acara selesai, jenazah Fridolina diantar menuju kampung halamannya di Cireng, Desa Cireng, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai.  
 
Atas peristiwa naas itu beberapa warga dan mahasiswa kepada NTTOnline mengatakan kekecewaan mereka terhadap pemilik koss karena diduga pemilik koss tidak bertanggung jawab. “kami sangat kecewa dengan pemilik kost karena bangun kost asal-asalan, ini murni kelalaian pemilik kost, mestinya jangan hanya orientasi bisnis saja, tetapi harus mempertimbangkan dari berbagai sisi, baik sisi positifnya maupun sisi negatifnya. Uang itu kita yang cari tetapi nyawa manusia tidak dapat diganti dengan uang.” Kesal Dus dan Alfin mahasiswa STKIP Ruteng kepada NTTOnline, Jumat (21/6) di TKP saat evakuasi berlangsung.

Selain itu mereka meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus itu dan pemerintah daerah untuk serius melakukan pengawasan terhadap pengusaha koss-kossan agar peristiwa serupa tidak terulang lagi. 


rssfeed
Email Twitter Facebook google YahooWebSzenario
 

Artkel Terbaru

Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Kupang Ada Pada Level Positif

Pengelolaan Keuangan Daerah Kota Kupang Ada Pada Level Positif

Laporan Yongki MauletiKupang, NTTOnline -... [More...]

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kantor BPP di Batas RI-RDTL

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kantor BPP di Batas RI-RDTL

Laporan HandokoAtambua, NTTOnline - Dengan... [More...]

Menakar Peluang di Mahkamah Konstitusi

Menakar Peluang di Mahkamah Konstitusi

Jakarta, NTTOnline - Komisi Pemilihan Umum,... [More...]

Terumbu Karang oh Terumbu Karang

Terumbu Karang oh Terumbu Karang

Penulis Naskah ; Silver SegaNarator : Silver... [More...]

Jelang Lebaran TPID Pantau Harga Barang di Pasar Kasih Naikoten I

Jelang Lebaran TPID Pantau Harga Barang di Pasar Kasih Naikoten I

Laporan Yongki MauletiKupang, NTTOnline - Tim... [More...]

Bupati Kupang: Bidan Harus Punya Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Bupati Kupang: Bidan Harus Punya Komitmen Tingkatkan Pelayanan...

Laporan Yongki MauletiKupang, NTTOnline -... [More...]

Kompas, Jadikan Belu Kota Yang Damai

Kompas, Jadikan Belu Kota Yang Damai

Laporan HandokoAtambua, NTTOnline - Komunitas... [More...]

Kompas Belu Gelar Pentas Seni Budaya di Beranda Batas RI-RDTL

Kompas Belu Gelar Pentas Seni Budaya di Beranda Batas RI-RDTL

Laporan Yansen BauAtambua, NTTOnline - Dalam... [More...]

Pemkot Bertekad Perangi Penyebaran HIV dan AIDS di Kota Kupang

Pemkot Bertekad Perangi Penyebaran HIV dan AIDS di Kota Kupang

Laporan Yongki MauletiKupang, NTTOnline -... [More...]

RSUD Kota Kupang Berganti Nama Mantan Walikota Kupang

RSUD Kota Kupang Berganti Nama Mantan Walikota Kupang

Laporan Yongki MauletiKupang, NTTOnline -... [More...]